Frances Caitlin Tirtaguna

Frances meluncurkan buku yang diberinya judul Ondel-ondel Galau pada April 2018 yang lalu sebagai wujud kepeduliannya terhadap budaya Betawi. Ketertarikannya pada budaya Betawi muncul saat pelajar salah satu SMA di Jakarta ini sedang terperangkap dalam keramaian lalu lintas di ibukota dan melihat sepasang ondel-ondel lusuh yang sedang mengamen di jalan. Saat itu, gadis kelahiran Jakarta, September 2002, ini langsung tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Betawi, dan membuatnya memutuskan untuk melakukan riset yang membawanya ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.

 

Dok. Pribadi / Frances saat peluncuran buku Ondel РOndel Galau,  April 2018 di Binus Simprug-Jakarta

Ondel-ondel Galau bercerita tentang budaya Betawi melalui kacamata seorang anak remaja. Isinya mengulas tentang berbagai budaya Betawi mulai dari sejarah, tokoh-tokoh Betawi, tarian tradisional, musik, serta berbagai makanan asli Betawi yang menggugah selera. Dengan dukungan ilustrasi menarik dari Bapak Muhammad Nashir Setiawan, buku ini sarat informasi, namun ringan dibaca sehingga diharapkan bisa menarik target pembaca muda. Buku ini juga ditulis dalam bahasa Inggris sehingga bisa memperluas target pembacanya sampai ke luar negeri.

Bersama para tokoh Betawi, Frances berharap agar buku ini dapat menggugah keingintahuan generasi muda Indonesia untuk lebih mengenal, melestarikan serta mengembangkan kebudayaan Betawi.

Inisiatif untuk membuat website bagi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dilakukan Frances sebagai kelanjutan dari buku Ondel-ondel Galau. Website ini didedikasikan bagi masyarakat Betawi untuk dapat lebih mempromosikan perkampungan ini kepada masyarakat Indonesia maupun internasional.

Website ini menyediakan informasi yang menarik mengenai berbagai atraksi, acara dan festival yang bisa dijumpai di Perkampungan Budaya Betawi. Selain itu website ini juga berfungsi sebagai ensiklopedi digital yang memuat pengetahuan mengenai budaya Betawi, mulai dari sejarah, masyarakat, berbagai kesenian, sampai dengan makanan tradisional. Pengunjung website juga bisa mencari dan melakukan kontak dengan para pengrajin kesenian, makanan dan sanggar-sanggar seni Betawi yang dibutuhkan.

 

Dok. Pribadi / Frances saat diskusi dengan Bang Indra Sutisna di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan.

Frances memberikan apresiasi besar kepada dua tokoh Betawi yaitu Bang Indra Sutisna dan Bang Yahya Andi Saputra, yang telah memberikan bimbingan, nasehat, dan dukungan kepadanya sejak penulisan buku Ondel-ondel Galau sampai pembuatan Website ini. Keduanya tanpa kenal lelah terus berupaya agar budaya Betawi dapat terus berkembang.

Besar harapan Frances agar Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan kelak dapat menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Jakarta, dan agar generasi muda Indonesia dapat lebih mengenal, melestarikan dan mengembangkan kebudayaannya sendiri.