FESTIVAL PANTUN BETAWI14 Juli 2019

Salah satu seni budaya Betawi yang hampir dilupakan masyarakat adalah Pantun. Sebagai  rumpun adat melayu, tentunya sangat akrab sekali dengan yang namanya pantun. Hampir disetiap daerah memiliki pantun khasnya masing-masing, termasuk juga untuk masyarakat adat Betawi. Pantun Betawi memiliki ciri atau corak yang berbeda dengan daerah lainnya. Ciri pantun Betawi yang mencolok adalah penggunaan bahasa Betawi yang khas dengan syair yang terkesan kocak, spontan, dan blak-blakan.

Maksud dan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 14 Juli 2019 adalah Memperkenalkan seni budaya Pantun Betawi dan Melestarikan Seni Budaya Pantun Betawi kepada masyarakat, Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Seni Budaya Pantun Betawi serta Menumbuhkembangkan Seni Budaya Pantun Betawi ke dalam masyarakat umum, mahasiswa dan khususnya siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau yang sederajat di Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan ini akan menampilkan Lomba Pantun Betawi berhadiah Uang Tunai dan Trophy atas karya masing-masing peserta yang disesuaikan dengan tema pantun yang ditentukan oleh Panitia. Peserta lomba akan dibagi menjadi 7 (tujuh) Kategori :

  • Perorangan SLTP Putra Tema Pantun : Lingkungan, Budaya, Setu Babakan
  • Perorangan SLTP Putri Tema Pantun : Lingkungan, Budaya, Setu Babakan
  • Perorangan SLTA Putra Tema Pantun : Budaya, Cinta, Setu Babakan
  • Perorangan SLTA Putri Tema Pantun : Budaya, Cinta, Setu Babakan
  • Perorangan Umum Tema Pantun : Nasihat, Humor, Setu Babakan
  • Grup SLTA Putra                 Tema Pantun : Budaya, Cinta, Setu Babakan
  • Grup SLTA Putri                 Tema Pantun : Budaya, Cinta, Setu Babakan

Salah satu anggota Dewan Juri Lomba adalah Zahrudin, si Raje Pantun Betawi. Bersama dengan unsur lembaga dan institusi budaya Betawi. Festival ini akan dipusatkan di Zona A Kawasan Perkampungan Budaya Betawi.

“Beli Ikan, ikan Tenggiri… Tidak dijaga dimakan kucing

Kita harus idolakan budaya sendiri… jangan bangga budaya asing”

Zahrudin, 1500 Pantun Betawi.

 

GALERY FOTO